Aramulabisnis
Aramulabisnis, adalah blog serba-serbi dalam urusan kehidupan. Blog ini membuka peluang dan menerima setiap kesempatan yang saling menunjang dan menguntungkan dalam urusan kehidupan. Terima kasih atas kunjungan anda.
Mengenai Saya
1/08/2009
12/27/2008
Siapa Gerangan, Nyata Tapi Disangkali
Oleh:Hamus Rippin.
http://www.asiabersama.com/?id=musrippin
Cerita teman kerja saya yang pengakuannya dapat diyakini kebenarannya. Ia mengungkapkan pengalaman yang dialami sendiri, pada satu hari hal kejadiannya pada awal tahun enam puluhan pada jalan raya Makassar-Palopo yang takberpungsi pada saat itu, terjadi antara Cimpu dan Suli.
‘Satu ketika pada awal tahun enam puluh’ demikian ia memulai ceritanya. ‘saya tidak percaya, tetapi ini kenyataan yang dilihat oleh mata kepala saya sendiri, tetapi yang bersangkutan menyangkali kejadiannya. Maksud saya miliknya yang berharga –uangnya jatuh-, tetapi dia menyangkali.’ Teman saya ini kemudian meneruskan jalan kissanya.
‘Saat itu saya pulang sekolah dibawah sinar mata hari terik. Saya jalan sendirian diatas jalan raya yang hanya namanya jalan raya saja, tetapi sudah lama tidak berpungsi, tidak dapat dilalui oto karena rusak, sepedapun jarang melewati. Juga manusia jarang melawati jalanan ini, hanya sewaktu-waktu saja. Tetapi saya, setiap hari sekolah jalan sendirian diatas jalanan ini.
Saya jalan sendirian dibawah sinar mata hari terik, sebagai mana saya lakukan setiap hari sekolah pagi pergi, siang pulang. Ketika saya meliwati mesjid Buntusiapa, saya belum memperhatikan, tetapi setelah saya menghadapi kuburan, masih dari kejauhan saya lihat seorang laki-laki jalan sendirian pula. Ia menggunakan baju pitih, celana pendek dengan sarung yang diselempang pada bahu.
Dari jarak sekitar seratus meter mata saya persis memperhatian orang ini, sesuatu berbentuk secarik kertas terjatuh dari saku celananya, atau.... tapi jelas dari orang bersangkutan ini terjatuh sesuatu, ketika saya sampai ditempat ini, dan laki-laki dimaksud sudah lebih jauh lagi. Saya melihat ditempat, diatas jalanan terletak selebar uang kertas yang bernilai Rp 25,- nilai awal tahun enam puluh.'
Kalau menurut saya, mungkin uang Rp 25,- awal tahun enam puluh, nilainya sekitar Rp 250.000,- sekarang, malah mungkin lebih besar lagi nilainnya.
Kemudian ia meneruskan 'Saya pungut uang Rp 25,- dimaksud, kemudian saya lari-lari mengerjar orang dimaksud. Kepadanya saya berikan uangnya. Saya katakan uang dari Uwak jatuh, saya lihat sendiri jatuh dari sakunya.’
‘Eh, apa! Uang saya? Kau bilang uang saya? Saya tidak membawah uang, saya tidak punya uang.’ Laki-laki ini membantah.
‘Tapi saya lihat sendiri uwak, jatuh dari saku belakang uwak tadi.’
‘Aku sudah bilang tadi, anak. Uwak ini tidak punya uang dan tidak membawah uang.’
‘Uang ini saya lihat uwak jatuh dari kantong celana uak.’ Saya meyakinkan.
Diskusi antara laki-laki dan teman saya ini, menurut pengakuan teman saya ini terjadi sesaat.
‘Begini saja, anak. Kalau uang ini uang saya, ambil saja. Ambil uang ini, kau belikan pekakas sekolah. Mungkin bisa kau beli buku, pincil dan lain-lain. Jangan lagi bilang uang saya, mungkin uang dari malaikat yang jatuh dari langit untukmu.’ Laki-laki ini menutup kalimatnya. Kemudian menyimpang dari jalanan kearah kanan dan menghilang di telan semak-belukar.
‘Selanjutnya pada hari pasar berikutnya saya membelanjakan uang ini, dengan membeli perlengkapan sekolah, beberapa buku, pinsil dan lain-lain, serta sandal baru. Pokoknya sesuai dengan pesanan dari orang tua laki-laki menyangkali kenyataan. Menyangkali uangnya sendiri.’ Demikian cerita pendek yang dialami teman saya.*
Aramulabisnis.blogspot.com
http://www.asiabersama.com/?id=musrippin
Cerita teman kerja saya yang pengakuannya dapat diyakini kebenarannya. Ia mengungkapkan pengalaman yang dialami sendiri, pada satu hari hal kejadiannya pada awal tahun enam puluhan pada jalan raya Makassar-Palopo yang takberpungsi pada saat itu, terjadi antara Cimpu dan Suli.
‘Satu ketika pada awal tahun enam puluh’ demikian ia memulai ceritanya. ‘saya tidak percaya, tetapi ini kenyataan yang dilihat oleh mata kepala saya sendiri, tetapi yang bersangkutan menyangkali kejadiannya. Maksud saya miliknya yang berharga –uangnya jatuh-, tetapi dia menyangkali.’ Teman saya ini kemudian meneruskan jalan kissanya.
‘Saat itu saya pulang sekolah dibawah sinar mata hari terik. Saya jalan sendirian diatas jalan raya yang hanya namanya jalan raya saja, tetapi sudah lama tidak berpungsi, tidak dapat dilalui oto karena rusak, sepedapun jarang melewati. Juga manusia jarang melawati jalanan ini, hanya sewaktu-waktu saja. Tetapi saya, setiap hari sekolah jalan sendirian diatas jalanan ini.
Saya jalan sendirian dibawah sinar mata hari terik, sebagai mana saya lakukan setiap hari sekolah pagi pergi, siang pulang. Ketika saya meliwati mesjid Buntusiapa, saya belum memperhatikan, tetapi setelah saya menghadapi kuburan, masih dari kejauhan saya lihat seorang laki-laki jalan sendirian pula. Ia menggunakan baju pitih, celana pendek dengan sarung yang diselempang pada bahu.
Dari jarak sekitar seratus meter mata saya persis memperhatian orang ini, sesuatu berbentuk secarik kertas terjatuh dari saku celananya, atau.... tapi jelas dari orang bersangkutan ini terjatuh sesuatu, ketika saya sampai ditempat ini, dan laki-laki dimaksud sudah lebih jauh lagi. Saya melihat ditempat, diatas jalanan terletak selebar uang kertas yang bernilai Rp 25,- nilai awal tahun enam puluh.'
Kalau menurut saya, mungkin uang Rp 25,- awal tahun enam puluh, nilainya sekitar Rp 250.000,- sekarang, malah mungkin lebih besar lagi nilainnya.
Kemudian ia meneruskan 'Saya pungut uang Rp 25,- dimaksud, kemudian saya lari-lari mengerjar orang dimaksud. Kepadanya saya berikan uangnya. Saya katakan uang dari Uwak jatuh, saya lihat sendiri jatuh dari sakunya.’
‘Eh, apa! Uang saya? Kau bilang uang saya? Saya tidak membawah uang, saya tidak punya uang.’ Laki-laki ini membantah.
‘Tapi saya lihat sendiri uwak, jatuh dari saku belakang uwak tadi.’
‘Aku sudah bilang tadi, anak. Uwak ini tidak punya uang dan tidak membawah uang.’
‘Uang ini saya lihat uwak jatuh dari kantong celana uak.’ Saya meyakinkan.
Diskusi antara laki-laki dan teman saya ini, menurut pengakuan teman saya ini terjadi sesaat.
‘Begini saja, anak. Kalau uang ini uang saya, ambil saja. Ambil uang ini, kau belikan pekakas sekolah. Mungkin bisa kau beli buku, pincil dan lain-lain. Jangan lagi bilang uang saya, mungkin uang dari malaikat yang jatuh dari langit untukmu.’ Laki-laki ini menutup kalimatnya. Kemudian menyimpang dari jalanan kearah kanan dan menghilang di telan semak-belukar.
‘Selanjutnya pada hari pasar berikutnya saya membelanjakan uang ini, dengan membeli perlengkapan sekolah, beberapa buku, pinsil dan lain-lain, serta sandal baru. Pokoknya sesuai dengan pesanan dari orang tua laki-laki menyangkali kenyataan. Menyangkali uangnya sendiri.’ Demikian cerita pendek yang dialami teman saya.*
Aramulabisnis.blogspot.com
12/24/2008
Mati Suri di Negeri Belanda
By Hamus Rippin
Orang-orang Indonesia di Negeri Belanda sampai sekarang mati surih, lemah ambisi atau merasa minderwaardig compleks (MC) dalam membangun karir dalam bidang politik dibandingkan dengan bangsa pendatang lain.
Orang-orang Indonesia yang dimaksud adalah yang datang dan tinggal di Negeri Belanda dengan kemauan dan usaha sendiri selaku bangsa merdeka. Bukan orang asal Indonesia turunan Indo-Eropah, bukan turunan bekas tentara KNIL yang diangkut pemerintah kolonial dari Nederlands-Indie dan tidak termasuk turunan dari Jawa-Suriname.
Apakah mereka ini tidak punya keberanian untuk maju, atau ada hambatan tertentu yang menyebabkan mereka tidak ada yang mencoba memulai melakukan hal ini.
Sejauh ini tiada aturan-aturan khusus melarang orang-orang Indonesia memegang fungsi dibidang politik. Menjadi Menteri, Sekertaris negara atau menjadi anggota parlemen.
Apa yang jadi hambatan bagi mereka hingga tidak ada mewujudkan usaha kearah ini. Mengapa bangsa emigran Turki, Marokko, malahan orang-orang dari suwaka politik, pelarian politik dari negeri mereka dapat menjadi anggota parlemen nasional dan politika lokal sedangkan orang Indonesia tidak.
Pelarian pelitik dari berbagai negeri masuk ke Nederland, kemudian belajar dan berusaha maju meramaikan pesta demokrasi melalui partai politik yang jadi pilihannya, ternyata bisa menjadi anggota parlemen, malah menjadi sekertaris negara. Selain dari pada itu bertebaran diberbagai regio, menjadi politika regio, baik tingkat Gemeente (kota) atau tingkat provinsi.
Nederland adalah negara demokrasi, siapa saja yang memenuhi syarat dan mencalonkan diri melalui partai politik, maju kepemilihan umum baik tingkat nasional atau regio, (gemeente dan provinsi) tidak dibatasi. Karena setiap warga negara Belanda memiliki hak sama, berhak memilih dan dipilih untuk menduduki fungsi di parlemen atau kabinet.
Hal dimasuk, terjadi pada Imigran asal Marokko Ahmad Abuotalib dan dari Turki Nebahat Albayrak yang saat sekarang menjadi sekertaris negara dan Hirsi Ali dari pelarian pelitik asal somali yang pernah menjadi anggota parlemen dari partai VVD dan masih beberapa orang asal imigan dan perlarian politik lainnya.
Namun dari kelompok turunan bekas tentara knil kelompok Ambon yang diangkut ke negeri Belanda oleh pemerintah belanda pada tahun 1951, beberapa orang sudah pernah menjadi anggota parlemen dari Partai Buruh (PvDA) misalnya Usman Santi dan Lilypali.
Perasaan segan mememulai menghantui.
Setelah membandingkan beberapa orang dari beberapa bangsa yang termasuk pendatang baru di Negeri Belanda. Mereka berani memulai sesuatu pekerjaan. Dengan modal keberanian, mereka mencoba mengadu nasib untuk mencapai hasil yang didambakkan. Kerena memulai sesuatu menurut mereka, berartinya sudah mengerjakan sebahagia dari pekerjaan.
Perinsif mereka 'yang tiada sudah dalam tangan, tetapi harus berusaha mencapai hasil' kalau nasib untung usaha berhasil, kalau gagal lakukan koreksi dan cari cara lain. Satu kali gagal, mungkin lain waktu berhasil.
Selain dari hal dimaksud diatas, mereka merasa tidak ada dukungan dari sesama bangsa Indonesia dan atau orang-orang asal Indonesia dari tiga kelompok lain yang berdomisili di negeri Belanda, diantaranya kelompok indo-eropah, turunan bekas tentara KNIL dan jawa suriname.
Bangsa Indonesia memang kurang jumlahnya bila dibandingkan dengan bangsa imigran Turki, tetapi bila dibandingkan dengan Imigran asal Maroko, jumlah orang asal Indonesia dari empat kelompok bersama dengan hasil assimilasinya jauh lebih banyak.
Rasa persatuan tidak kuat antara sesama orang Indonesia.
Persatuan merupakan hal penting dalam kelompok masyarakat. Rasa persatuan yang kokok merupakan modal utama dalam membangun masyarakat yang kompak dan kuat. Hal persatuan ini terlihat kurang kuat bagi orang-orang Indonesia di Negeri Belanda dibandingkan bangsa imigrasi lainnya.
Apalagi bila dihitung dari empat kelompok yang sudah disinggung diatas. Yang rasa persatuannya sangat lemah, malah rasa persatuan mereka sama sekali tidak ada. Karena orang indo-eropah, merasa dirinya turunan Belanda tidak merasa satu kepentingan dengan orang Indonesia.
Demikian halnya generasi kedua dari turunan bekas tentara knil asal Malulu, merasa diri tidak satu kepentingan dengan orang indonesia yang datang dari Indonesia ke Nederland. Mereka dari dari kelompok ini mengatasnamakan diri mereka dengan bangsa Maluku.
Tidak beda halnya demikian orang jawa-suriname merasa diri orang Suriname turunan jawa, mengaku orang jawa dan dan pada umumnya bisa berbaha jawa, tetapi tidak merasa satu kepentingan dengan orang Indonesia.
Apa yang disinggung diatas belum berarti keseluruhan dari persoalan, karena selain dari pada itu, sesama orang-orang Indonesia sendiri, masih merasa dari satu suku dengan suku lainnya terselubung ikatan etnis dan kultur masing-masing.
Dari mana sumber atau asal usul semua ini.
Kalau bertanya hal muasal perpecahan ini, tida lepas, kita menoropong balik persoalan sejarah masa lalu. Hal ini akrab hubungan dengan sejarah masa kolonial jaman tempo dulu. Dari sanalah asal mula dari perpecahan ini.
Sebagiamana kita ketahui, bangsa Indonesia yang sekarang merupakan satu bundel, warisan dari pemerintah kolonial Belanda, artinya Indonesia ini dibentuk dan diwarisi dari Nederland-indie, yang kelak setelah merdeka baru dinamai republik Indonesia.
Sebelum bangsa-bangsa Eropah: Portugis, Spanyol, Inggeris dan Belanda datang ke kepulauan Bahari, yang kelak dijuluki kepulauan nusantara, kepulauan nusantara ini terdiri banyak kerajaan yang masing-masing berdaulat dalam wilayah kerajaannya.
Bangsa Belanda datang mulanya berdagang. Dalam melakukan perdagangan mereka tergiur dengan keuntungan melalui serikat dagang mereka yang dibentuk tahun 1602 yang bernama VOC atau verenigde Oostindische Compagnie. Nederland dengan VOCnya terlaku kecil untuk menundukkan seluruh kepulauan Nusantara.
Untuk mencapai maksudnya mareka harus cerdik dan licik melakukan operasinya. Untuk mencapai tujuannya, mereka harus melakukan politik pecah belah dan adu-domba. Memecah belah antara kerajaan-kerajaan dan malah dalam satu kerjaan yang bersangkutan kalau dianggap perlu dipecah antara sesama bersaudara atau antara sang anak dan ayahnya.
Dari perpecahan antara sesama ini, oleh pemerintah kolonial dijadikan peluang untuk menaklutkan kerajaan-kerajaan ini kalau sudah lemah kedalam cengkeramannya. Kemudian dijadikan satu tanah jajahan yang diberi nama Nederland-Indie atau disebut juga India-Timur.
Tetapi apakah orang-orang Indonesia dan kelompok-kelompok asal Indonesia yang ada di Negeri Belanda belum menyadari hal yang sudah berlangsung ratusan tahun lamanya. Selayaknya semua mengetahui dan menyadari, dan membundel kekekuatan, maju dengan satu cita-cita bangsa asalnya satu adalah Indonesia.
Semestinya mereka berperinsip kalau mereka tidak memulai, saipa diharap untuk melakukan, kalau tidak sekarang dilakukan, kapan lagi akan terjadi, menenggang waktu, adalah menumpuk masalah, karena menunggu hari esok, akan datang dengan persoalan menyertainya.*
Orang-orang Indonesia di Negeri Belanda sampai sekarang mati surih, lemah ambisi atau merasa minderwaardig compleks (MC) dalam membangun karir dalam bidang politik dibandingkan dengan bangsa pendatang lain.
Orang-orang Indonesia yang dimaksud adalah yang datang dan tinggal di Negeri Belanda dengan kemauan dan usaha sendiri selaku bangsa merdeka. Bukan orang asal Indonesia turunan Indo-Eropah, bukan turunan bekas tentara KNIL yang diangkut pemerintah kolonial dari Nederlands-Indie dan tidak termasuk turunan dari Jawa-Suriname.
Apakah mereka ini tidak punya keberanian untuk maju, atau ada hambatan tertentu yang menyebabkan mereka tidak ada yang mencoba memulai melakukan hal ini.
Sejauh ini tiada aturan-aturan khusus melarang orang-orang Indonesia memegang fungsi dibidang politik. Menjadi Menteri, Sekertaris negara atau menjadi anggota parlemen.
Apa yang jadi hambatan bagi mereka hingga tidak ada mewujudkan usaha kearah ini. Mengapa bangsa emigran Turki, Marokko, malahan orang-orang dari suwaka politik, pelarian politik dari negeri mereka dapat menjadi anggota parlemen nasional dan politika lokal sedangkan orang Indonesia tidak.
Pelarian pelitik dari berbagai negeri masuk ke Nederland, kemudian belajar dan berusaha maju meramaikan pesta demokrasi melalui partai politik yang jadi pilihannya, ternyata bisa menjadi anggota parlemen, malah menjadi sekertaris negara. Selain dari pada itu bertebaran diberbagai regio, menjadi politika regio, baik tingkat Gemeente (kota) atau tingkat provinsi.
Nederland adalah negara demokrasi, siapa saja yang memenuhi syarat dan mencalonkan diri melalui partai politik, maju kepemilihan umum baik tingkat nasional atau regio, (gemeente dan provinsi) tidak dibatasi. Karena setiap warga negara Belanda memiliki hak sama, berhak memilih dan dipilih untuk menduduki fungsi di parlemen atau kabinet.
Hal dimasuk, terjadi pada Imigran asal Marokko Ahmad Abuotalib dan dari Turki Nebahat Albayrak yang saat sekarang menjadi sekertaris negara dan Hirsi Ali dari pelarian pelitik asal somali yang pernah menjadi anggota parlemen dari partai VVD dan masih beberapa orang asal imigan dan perlarian politik lainnya.
Namun dari kelompok turunan bekas tentara knil kelompok Ambon yang diangkut ke negeri Belanda oleh pemerintah belanda pada tahun 1951, beberapa orang sudah pernah menjadi anggota parlemen dari Partai Buruh (PvDA) misalnya Usman Santi dan Lilypali.
Perasaan segan mememulai menghantui.
Setelah membandingkan beberapa orang dari beberapa bangsa yang termasuk pendatang baru di Negeri Belanda. Mereka berani memulai sesuatu pekerjaan. Dengan modal keberanian, mereka mencoba mengadu nasib untuk mencapai hasil yang didambakkan. Kerena memulai sesuatu menurut mereka, berartinya sudah mengerjakan sebahagia dari pekerjaan.
Perinsif mereka 'yang tiada sudah dalam tangan, tetapi harus berusaha mencapai hasil' kalau nasib untung usaha berhasil, kalau gagal lakukan koreksi dan cari cara lain. Satu kali gagal, mungkin lain waktu berhasil.
Selain dari hal dimaksud diatas, mereka merasa tidak ada dukungan dari sesama bangsa Indonesia dan atau orang-orang asal Indonesia dari tiga kelompok lain yang berdomisili di negeri Belanda, diantaranya kelompok indo-eropah, turunan bekas tentara KNIL dan jawa suriname.
Bangsa Indonesia memang kurang jumlahnya bila dibandingkan dengan bangsa imigran Turki, tetapi bila dibandingkan dengan Imigran asal Maroko, jumlah orang asal Indonesia dari empat kelompok bersama dengan hasil assimilasinya jauh lebih banyak.
Rasa persatuan tidak kuat antara sesama orang Indonesia.
Persatuan merupakan hal penting dalam kelompok masyarakat. Rasa persatuan yang kokok merupakan modal utama dalam membangun masyarakat yang kompak dan kuat. Hal persatuan ini terlihat kurang kuat bagi orang-orang Indonesia di Negeri Belanda dibandingkan bangsa imigrasi lainnya.
Apalagi bila dihitung dari empat kelompok yang sudah disinggung diatas. Yang rasa persatuannya sangat lemah, malah rasa persatuan mereka sama sekali tidak ada. Karena orang indo-eropah, merasa dirinya turunan Belanda tidak merasa satu kepentingan dengan orang Indonesia.
Demikian halnya generasi kedua dari turunan bekas tentara knil asal Malulu, merasa diri tidak satu kepentingan dengan orang indonesia yang datang dari Indonesia ke Nederland. Mereka dari dari kelompok ini mengatasnamakan diri mereka dengan bangsa Maluku.
Tidak beda halnya demikian orang jawa-suriname merasa diri orang Suriname turunan jawa, mengaku orang jawa dan dan pada umumnya bisa berbaha jawa, tetapi tidak merasa satu kepentingan dengan orang Indonesia.
Apa yang disinggung diatas belum berarti keseluruhan dari persoalan, karena selain dari pada itu, sesama orang-orang Indonesia sendiri, masih merasa dari satu suku dengan suku lainnya terselubung ikatan etnis dan kultur masing-masing.
Dari mana sumber atau asal usul semua ini.
Kalau bertanya hal muasal perpecahan ini, tida lepas, kita menoropong balik persoalan sejarah masa lalu. Hal ini akrab hubungan dengan sejarah masa kolonial jaman tempo dulu. Dari sanalah asal mula dari perpecahan ini.
Sebagiamana kita ketahui, bangsa Indonesia yang sekarang merupakan satu bundel, warisan dari pemerintah kolonial Belanda, artinya Indonesia ini dibentuk dan diwarisi dari Nederland-indie, yang kelak setelah merdeka baru dinamai republik Indonesia.
Sebelum bangsa-bangsa Eropah: Portugis, Spanyol, Inggeris dan Belanda datang ke kepulauan Bahari, yang kelak dijuluki kepulauan nusantara, kepulauan nusantara ini terdiri banyak kerajaan yang masing-masing berdaulat dalam wilayah kerajaannya.
Bangsa Belanda datang mulanya berdagang. Dalam melakukan perdagangan mereka tergiur dengan keuntungan melalui serikat dagang mereka yang dibentuk tahun 1602 yang bernama VOC atau verenigde Oostindische Compagnie. Nederland dengan VOCnya terlaku kecil untuk menundukkan seluruh kepulauan Nusantara.
Untuk mencapai maksudnya mareka harus cerdik dan licik melakukan operasinya. Untuk mencapai tujuannya, mereka harus melakukan politik pecah belah dan adu-domba. Memecah belah antara kerajaan-kerajaan dan malah dalam satu kerjaan yang bersangkutan kalau dianggap perlu dipecah antara sesama bersaudara atau antara sang anak dan ayahnya.
Dari perpecahan antara sesama ini, oleh pemerintah kolonial dijadikan peluang untuk menaklutkan kerajaan-kerajaan ini kalau sudah lemah kedalam cengkeramannya. Kemudian dijadikan satu tanah jajahan yang diberi nama Nederland-Indie atau disebut juga India-Timur.
Tetapi apakah orang-orang Indonesia dan kelompok-kelompok asal Indonesia yang ada di Negeri Belanda belum menyadari hal yang sudah berlangsung ratusan tahun lamanya. Selayaknya semua mengetahui dan menyadari, dan membundel kekekuatan, maju dengan satu cita-cita bangsa asalnya satu adalah Indonesia.
Semestinya mereka berperinsip kalau mereka tidak memulai, saipa diharap untuk melakukan, kalau tidak sekarang dilakukan, kapan lagi akan terjadi, menenggang waktu, adalah menumpuk masalah, karena menunggu hari esok, akan datang dengan persoalan menyertainya.*
12/22/2008
Air Tantangan Hidup Orang di Negeri Belanda
Oleh: Hamus Rippin.
http://www.asiabersama.com/?id=musrippin
http://www.formulabisnis.com/?id=musrippin
Jika banjir di kota-kota besar Indonesia, utamanya di Jakarta disebabkan luapan sungai dan curah hujan yang tinggi, tetapi di sebagian besar kota di Belanda, banjir biasanya disebabkan gelombang badai air laut dan tingginya air pasang. Yang tampak adalah perbedaan dalam cara menyikapinya.
Dengan siklus bencana yang bisa ditebak, kota-kota di Indonesia belum juga mengambil pelajaran. Sebaliknya, orang Belanda setelah mengalami bencana pada tahu 1953, bertekad mencegahnya, agar tidak terulang kembali.
Nederland berarti dataran rendah, tanah rendah. Negeri ini sebagian tanahnya terletak di bawah titik permukaan laut. Karenanya, air menjadi bagian penting dalam cara hidup orang Belanda. Selain memudahkan mobilitas dan transportasi lewat kanal dan sungai, air juga merupakan ancaman dan tantangan. Lalu, bagaimana cara orang Belanda membangun kota-kota di wilayah yang berada di bawah titik permukaan laut? Negeri kincir angin tidaklah besar, tanahnya hanya seluas 41.548 km². Sekitar 60 persen penduduknya mendiami daerah pesisir yang disebut randstad dalam lingkaran segi empat kota Den Haag, Rotterdam, Utrecht dan Amsterdam. Di situlah konsentrasi kebanyakan penduduk. Membangun Nederland atau Lage Landen dari tanah tergenang air menjadi daratan yang bisa didiami manusia, telah dilakukan sejak dahulu, ketika nenek moyang mereka memulainya dengan membuat pematang raksasa (duinen). Tanah-tanah rendah itu dibentengi dengan bukit-bukit pasir buatan, membentang dari arah selatan negara Belgia sekarang, sampai ke wilayah Groningen dan Frisland di Belanda bagian Utara. Usaha memperluas dataran
Pematang raksasa berbentuk bukit pasir itu kemudian ditanami berbagai jenis rumput dan belukar, juga berbagai pohon kayu. Tumbuhnya rumput, belukar dan pohon, lambat laun menguatkan bukit-bukit pasir, hingga tanahnya tidak longsor dan tidak terkikis ombak dan air pasang-surut. Akar tumbuhan dan dedaunan yang sudah membusuk menjadi tanah disebut orang Belanda sebagai veenkleien. Perjalanan waktu membuat munculnya daratan-daratan baru di sebalik lingkungan pematang atau duinen.
Daratan semacam itu dinamakan polders. Sisa-sisa air yang masih menggenang di sejumlah titik kemudian menciptakan danau-danau kecil yang mereka sebut lagunes dan plassen. Inilah yang kemudian dikeringkan dengan jalan memompa airnya keluar. Tanah yang bisa dihuni pun bertambah luas seiring berlalunya waktu. Upaya mengeringkan lagunes dilakukan dengan menggunakan kincir angin, memompa air sampai kering.
Namun, dari lagunes dan plassen yang sudah dikeringkan masih ada daratan buatan yang kelihatan rendah.Tanah terendah di Belanda dari bekas lagunes masih dapat dilihat di Prins Alexanderfolder, letaknya lebih enam meter di bawah titik permukaan laut. Selain itu, orang Belanda juga membuat tanggul-tanggul raksasa untuk melindungi wilayah yang tidak memiliki dunien dari gelombang pasang-surut air laut.
Tanggul raksasa yang disebut dijken itu misalnya dibangun sepanjang pantai dari Belgia sampai Frisland dan Groningen. Dijken melindungi bagian rendah di pinggir laut dan pinggiran sungai, utamanya dua sungai besar Eropa yang bermuara di Belanda. Ini masih dapat disaksikan sampai sekarang di pinggir pantai propinsi Zeeland, Noord Holland, Frisland dan Groningen. Di sejumlah tempat, tanggul-tanggul itu tingginya sekitar empat meter.
Menurut catatan dari berbagai sumber, tanggul yang pertama di Belanda dibangun sekitar seribu tahun lalu. Selain duinen dan dijken di pinggir laut dan sungai-sungai yang tanahnya rendah, juga dibangun dam. Dam ini dibuat antara dua daratan yang dianggap rawan dan berbahaya, karena sewaktu-waktu bila terjadi topan dahsyat dan angin ribut serta air pasang besar. Walaupun semua usaha orang Belanda menjadikan Lage Landen aman dari ancaman bahaya dan bencana air, tapi masih juga kebobolan. Watersnoodramp adalah contoh yang tidak akan dilupakan. Saat itu, 1 Februari 1953, lebih setengah abad silam, dijken di pinggir pantai pesisir Zeeland pecah dan bobol.
Tanggul raksasa setinggi 4,55 meter ini ternyata tidak tahan ombak dan badai, dibobol oleh air laut. Akibatnya, propinsi ini tenggelam, separuh tanahnya tersapu air, 1.800 orang meninggal dunia, belum lagi kerugian harta benda. Tapi orang Belanda berjanji tidak akan melupakan bencana ini, dan akan mengamankan negerinya semaksimal mungkin. Setelah banjir besar itulah pemerintah Kerajaan Belanda mengadakan satu pekerjaan yang bernama proyek delta.
Proyek delta adalah pembendungan air laut dengan meletakkan bendungan terbuka, satu tanggul raksasa yang diletakkan di propinsi yang pernah tertimpa bencana. Proyek delta ini menghubungkan antara daratan Zeeland dengan pulau-pulau di sebelahnya dengan bendungan raksasa bernama Oostterschelde vloegkering. Muara sungai Wilayah Belanda adalah muara dari dua sungai utama di Eropa, sungai Rijn dan sungai Maas yang mengalir dari daratan Eropa. Di dalam wilayah Belanda, air sungai besar ini terbagi menjadi sungai Maas, Waal, Rijn dan Ijssel.
Ini membuat aliran air terpencar, dengan demikian arusnya tidak deras. Selain empat sungai di atas, masih banyak sungai buatan dan kanal yang sengaja digali untuk memudahkan hubungan dari satu sungai ke sungai lainnya, melalui kota-kota tertentu. Transportasi air pun menjadi moda utama bagi perekonomian setempat. Sebab, sekaligus bisa menghubungkan Belanda dengan Jerman dan negara-negara di belakangnya melalui sungai Rijn.
Sedangkan sungai Maas menghubungkannya dengan Belgia dan Perancis. Meski sama sekali tidak memiliki wilayah pegunungan, Belanda juga punya tanah yang tinggi, misalnya di propinsi bagian selatan, di Limburg, yang berbatasan dengan Belgia dan Jerman. Ada bukit bernama Vaalserberg yang tingginya 323 meter, sekaligus menjadi tanah yang tertinggi di Belanda*
http://www.asiabersama.com/?id=musrippin
http://www.formulabisnis.com/?id=musrippin
Jika banjir di kota-kota besar Indonesia, utamanya di Jakarta disebabkan luapan sungai dan curah hujan yang tinggi, tetapi di sebagian besar kota di Belanda, banjir biasanya disebabkan gelombang badai air laut dan tingginya air pasang. Yang tampak adalah perbedaan dalam cara menyikapinya.
Dengan siklus bencana yang bisa ditebak, kota-kota di Indonesia belum juga mengambil pelajaran. Sebaliknya, orang Belanda setelah mengalami bencana pada tahu 1953, bertekad mencegahnya, agar tidak terulang kembali.
Nederland berarti dataran rendah, tanah rendah. Negeri ini sebagian tanahnya terletak di bawah titik permukaan laut. Karenanya, air menjadi bagian penting dalam cara hidup orang Belanda. Selain memudahkan mobilitas dan transportasi lewat kanal dan sungai, air juga merupakan ancaman dan tantangan. Lalu, bagaimana cara orang Belanda membangun kota-kota di wilayah yang berada di bawah titik permukaan laut? Negeri kincir angin tidaklah besar, tanahnya hanya seluas 41.548 km². Sekitar 60 persen penduduknya mendiami daerah pesisir yang disebut randstad dalam lingkaran segi empat kota Den Haag, Rotterdam, Utrecht dan Amsterdam. Di situlah konsentrasi kebanyakan penduduk. Membangun Nederland atau Lage Landen dari tanah tergenang air menjadi daratan yang bisa didiami manusia, telah dilakukan sejak dahulu, ketika nenek moyang mereka memulainya dengan membuat pematang raksasa (duinen). Tanah-tanah rendah itu dibentengi dengan bukit-bukit pasir buatan, membentang dari arah selatan negara Belgia sekarang, sampai ke wilayah Groningen dan Frisland di Belanda bagian Utara. Usaha memperluas dataran
Pematang raksasa berbentuk bukit pasir itu kemudian ditanami berbagai jenis rumput dan belukar, juga berbagai pohon kayu. Tumbuhnya rumput, belukar dan pohon, lambat laun menguatkan bukit-bukit pasir, hingga tanahnya tidak longsor dan tidak terkikis ombak dan air pasang-surut. Akar tumbuhan dan dedaunan yang sudah membusuk menjadi tanah disebut orang Belanda sebagai veenkleien. Perjalanan waktu membuat munculnya daratan-daratan baru di sebalik lingkungan pematang atau duinen.
Daratan semacam itu dinamakan polders. Sisa-sisa air yang masih menggenang di sejumlah titik kemudian menciptakan danau-danau kecil yang mereka sebut lagunes dan plassen. Inilah yang kemudian dikeringkan dengan jalan memompa airnya keluar. Tanah yang bisa dihuni pun bertambah luas seiring berlalunya waktu. Upaya mengeringkan lagunes dilakukan dengan menggunakan kincir angin, memompa air sampai kering.
Namun, dari lagunes dan plassen yang sudah dikeringkan masih ada daratan buatan yang kelihatan rendah.Tanah terendah di Belanda dari bekas lagunes masih dapat dilihat di Prins Alexanderfolder, letaknya lebih enam meter di bawah titik permukaan laut. Selain itu, orang Belanda juga membuat tanggul-tanggul raksasa untuk melindungi wilayah yang tidak memiliki dunien dari gelombang pasang-surut air laut.
Tanggul raksasa yang disebut dijken itu misalnya dibangun sepanjang pantai dari Belgia sampai Frisland dan Groningen. Dijken melindungi bagian rendah di pinggir laut dan pinggiran sungai, utamanya dua sungai besar Eropa yang bermuara di Belanda. Ini masih dapat disaksikan sampai sekarang di pinggir pantai propinsi Zeeland, Noord Holland, Frisland dan Groningen. Di sejumlah tempat, tanggul-tanggul itu tingginya sekitar empat meter.
Menurut catatan dari berbagai sumber, tanggul yang pertama di Belanda dibangun sekitar seribu tahun lalu. Selain duinen dan dijken di pinggir laut dan sungai-sungai yang tanahnya rendah, juga dibangun dam. Dam ini dibuat antara dua daratan yang dianggap rawan dan berbahaya, karena sewaktu-waktu bila terjadi topan dahsyat dan angin ribut serta air pasang besar. Walaupun semua usaha orang Belanda menjadikan Lage Landen aman dari ancaman bahaya dan bencana air, tapi masih juga kebobolan. Watersnoodramp adalah contoh yang tidak akan dilupakan. Saat itu, 1 Februari 1953, lebih setengah abad silam, dijken di pinggir pantai pesisir Zeeland pecah dan bobol.
Tanggul raksasa setinggi 4,55 meter ini ternyata tidak tahan ombak dan badai, dibobol oleh air laut. Akibatnya, propinsi ini tenggelam, separuh tanahnya tersapu air, 1.800 orang meninggal dunia, belum lagi kerugian harta benda. Tapi orang Belanda berjanji tidak akan melupakan bencana ini, dan akan mengamankan negerinya semaksimal mungkin. Setelah banjir besar itulah pemerintah Kerajaan Belanda mengadakan satu pekerjaan yang bernama proyek delta.
Proyek delta adalah pembendungan air laut dengan meletakkan bendungan terbuka, satu tanggul raksasa yang diletakkan di propinsi yang pernah tertimpa bencana. Proyek delta ini menghubungkan antara daratan Zeeland dengan pulau-pulau di sebelahnya dengan bendungan raksasa bernama Oostterschelde vloegkering. Muara sungai Wilayah Belanda adalah muara dari dua sungai utama di Eropa, sungai Rijn dan sungai Maas yang mengalir dari daratan Eropa. Di dalam wilayah Belanda, air sungai besar ini terbagi menjadi sungai Maas, Waal, Rijn dan Ijssel.
Ini membuat aliran air terpencar, dengan demikian arusnya tidak deras. Selain empat sungai di atas, masih banyak sungai buatan dan kanal yang sengaja digali untuk memudahkan hubungan dari satu sungai ke sungai lainnya, melalui kota-kota tertentu. Transportasi air pun menjadi moda utama bagi perekonomian setempat. Sebab, sekaligus bisa menghubungkan Belanda dengan Jerman dan negara-negara di belakangnya melalui sungai Rijn.
Sedangkan sungai Maas menghubungkannya dengan Belgia dan Perancis. Meski sama sekali tidak memiliki wilayah pegunungan, Belanda juga punya tanah yang tinggi, misalnya di propinsi bagian selatan, di Limburg, yang berbatasan dengan Belgia dan Jerman. Ada bukit bernama Vaalserberg yang tingginya 323 meter, sekaligus menjadi tanah yang tertinggi di Belanda*
Internet Alat Komunikasi Jitu
Oleh:Hamus Rippin
Saya kadang duduk tercengang. Cercengang membayangkan bagai mana secepatnya komunikasi melalui internet. Internet adalah komunikasi yang tidak mengenal batas negeri lagi. Hanya melalui kode bagi orang tertentu dapat mengenal, mengetahui dimana bercokol pelakunya. Internet sangat memudahkan berkomunikasi antara person dengan person lainnya. Antara person dengan instansi dan seterusnya, dan selanjutnya.
Bagaimana tidak orang pelaku internet yang baru bangun tidur diEropah sana, dalam keadaan pagi buta menyalami person lainnya di tanah air saat yang sama beda detik saja. Yang mana ditanah air sudah siang bolong. Belum sarapan pagi disatu pihak untuk orang Eropah.Pada hal sudah makan siang pihak lainnya di tanah.
Dibelahan bumi yang berbeda waktu sangat lama, tentu lain lagi situasinya. Dengan demikian internet ini tidak pernah tidur satu kali dua puluh empat jam. Karena walaupun orangnya tidur, operasi dari internet tetap berjalan, lancar melakukan pungsinyanya.Pungsi yang menghubungkan satu sistim dengan sistim lainnya ditempat yang jarak alamnya pun berjauhan tidak jadi soal.
Internet adalah dunia maya yang berpungsi nyata. Mengapa? Karena internet adalah merupakan samudera informasi. Informasi dalam artikata luar. Kerena info baik dan buruk di internet terapung dan dapat dipungut tampa batas. Pokoknya mudah didapatkan seberapa pengguna internet inginkan. Asal cara dan proses menemukannya diketahui.
Jaman moderen sekarang, di internet orang dapat menimbah ilmu, menerima dan memberi info.... dan lain-lain dan lain. Malah tidak sampai disitu saja, internet malah menjadi lautan sumber kekayaan bagi pelaku yang tahu cara. Karena disana berjual-beli yang paling mudah dan tidak terhingga nilainya.
Tidak ada yang lebih mudah dari berdagang di internet. Asal cara dan prosedurenya diketahui. Proses menjalankan halnya memenuhi ketentuan yang berlaku dalam dunia internet. Tetapi selain mudah mencapai maksud baik tidak kurang juga buruknya. Karena sekarang tidak sedikit cucu Adam dan Hawa tertipu melalui internet.
Di internet sekarang merupakan samuda tempat berkeliaran, penipu moderen, pencuri moderen, perampok moderen dan lain. Tetapi buat kita orang awan janganlah kita melihat semua sudut negatipnya, tetapi kita mampaatkan saja kegunaannya. Apa yang berguna buat kita, welcome. Dan sebaliknya yang kita ketahui buruk, tunggu dulu. Pikir dulu dengan menimbang masak, jangan terburu waktu.*
Saya kadang duduk tercengang. Cercengang membayangkan bagai mana secepatnya komunikasi melalui internet. Internet adalah komunikasi yang tidak mengenal batas negeri lagi. Hanya melalui kode bagi orang tertentu dapat mengenal, mengetahui dimana bercokol pelakunya. Internet sangat memudahkan berkomunikasi antara person dengan person lainnya. Antara person dengan instansi dan seterusnya, dan selanjutnya.
Bagaimana tidak orang pelaku internet yang baru bangun tidur diEropah sana, dalam keadaan pagi buta menyalami person lainnya di tanah air saat yang sama beda detik saja. Yang mana ditanah air sudah siang bolong. Belum sarapan pagi disatu pihak untuk orang Eropah.Pada hal sudah makan siang pihak lainnya di tanah.
Dibelahan bumi yang berbeda waktu sangat lama, tentu lain lagi situasinya. Dengan demikian internet ini tidak pernah tidur satu kali dua puluh empat jam. Karena walaupun orangnya tidur, operasi dari internet tetap berjalan, lancar melakukan pungsinyanya.Pungsi yang menghubungkan satu sistim dengan sistim lainnya ditempat yang jarak alamnya pun berjauhan tidak jadi soal.
Internet adalah dunia maya yang berpungsi nyata. Mengapa? Karena internet adalah merupakan samudera informasi. Informasi dalam artikata luar. Kerena info baik dan buruk di internet terapung dan dapat dipungut tampa batas. Pokoknya mudah didapatkan seberapa pengguna internet inginkan. Asal cara dan proses menemukannya diketahui.
Jaman moderen sekarang, di internet orang dapat menimbah ilmu, menerima dan memberi info.... dan lain-lain dan lain. Malah tidak sampai disitu saja, internet malah menjadi lautan sumber kekayaan bagi pelaku yang tahu cara. Karena disana berjual-beli yang paling mudah dan tidak terhingga nilainya.
Tidak ada yang lebih mudah dari berdagang di internet. Asal cara dan prosedurenya diketahui. Proses menjalankan halnya memenuhi ketentuan yang berlaku dalam dunia internet. Tetapi selain mudah mencapai maksud baik tidak kurang juga buruknya. Karena sekarang tidak sedikit cucu Adam dan Hawa tertipu melalui internet.
Di internet sekarang merupakan samuda tempat berkeliaran, penipu moderen, pencuri moderen, perampok moderen dan lain. Tetapi buat kita orang awan janganlah kita melihat semua sudut negatipnya, tetapi kita mampaatkan saja kegunaannya. Apa yang berguna buat kita, welcome. Dan sebaliknya yang kita ketahui buruk, tunggu dulu. Pikir dulu dengan menimbang masak, jangan terburu waktu.*
12/21/2008
Pendidikan Dasar Di Negeri Belanda 8 Tahun
Oleh: Hamus Rippin
Systim Pendidikan Dasar di Negeri Belanda 8 tahun. Untuk sekolah menengah hanya ada tiga macam. Sekolah lanjutan di Negeri Belanda antara 4 sampai 6 tahun. Sekolah Menengah Pertama dan Menengah Atas tidak berlaku pada systim pendidikan di Negeri Belanda.
Untuk nama kelas pada sekolah dasar disebut grup. Sekolah dasar (Basisschool) mengenal kelas atau grup sampai dengan grup 8. Murid sekolah dasar yang tammat belajar setelah melalui grup 8. Tetapi murid tammatan sekolah dasar di Negeri Belanda tidak memiliki surat tanda tammat belajar dari Sekolah Dasar.
Untuk mengetahui tingkat pengetahuan anak di sekolah dasar, anak mulai dari pertengahan atau kelas empat, dilakukan tes tingkat nasional. Tes dimaksudkan ini untuk mengetahui tingkat kecerdasan anak pada tiap periode tertentu dilakukan yang bernama ‘Cito’.
Cito ini adalah berlaku umum pada sekolah dasar di Negeri Belanda. Tes umum tingkat nasional Cito ini, terdiri dari bahasa Belanda, berhitung dan pengetahuan umum. Dengan demikian pengetahuan tingkat nasional anak bersangkutan senantiasa diketahui guru kelasnya.
Belajar pada sekolah dasar di Negeri Belanda dihitung sampai dengan kelas 8. Anak-anak mulai diwajibkan belajar pada usia 5 tahun sampai 16 tahun. Anak-anak di Negeri Belanda, di wajibkan mulai ikut belajar disekolah dasar pada usia lima tahun, kadang anak usia empat tahun sudah mulai masuk sekolah untuk ikut belajar, selaku tingkat dasar kanak-kanak yang disebeut kleuter.
Belajar pada sekolah dasar di Negeri Belanda dihitung sampai dengan kelas 8. Anak-anak mulai diwajibkan belajar pada usia 5 tahun sampai 16 tahun. Anak-anak di Negeri Belanda, di wajibkan mulai ikut belajar disekolah dasar pada usia lima tahun, kadang anak usia empat tahun sudah mulai masuk sekolah untuk ikut belajar, selaku tingkat dasar kanak-kanak yang disebeut kleuter.
Namun, juga karena alasan khusus, kadang anak tidak mencapai grup 8 sudah mesti dihijerahkan kesekolah lanjutan pertama. Hal ini terjadi kalau anak yang bersangkutan beberapa kali mengalami ketinggalan disekolah dasar, hingga dianggap usia anak bersangkutan sudah layak untuk sekolah menengah. Jadi mesti dikirim kesekolah menengah yang berkaliber rendah. Selain itu, kadang juga anak yang cerdas yang dikenal dengan istilah ‘hoogbegaaf’ dalam usia muda, dapat dikirim ke sekolah menengah yang disebut VWO.
Untuk menentukan wajib belajar seorang anak penduduk dari Negeri Belanda, dilakukan oleh gemeente atau pemerintah kota bersangkuan. Dari gemeente atau pemerintah kota setempat, melalui bahagian kependudukan mengetahui kapan anak yang bersangkutan lahir dan begitu pula kapan dia wajib belajar.
Kalau usianya menjelang sampai pada usia wajib belanjar, orang tua murid mendapat surat pemberitahuan dari pemerintah kota, kapan anak yang bersangkutan harus mulai masuk sekolah. Dalam surat pemberitahuan, diikut sertakan nama sekolah dasar yang terdekat dari tempat tinggal orang tua anak, namun orang tua anak juga dapat memilih sendiri. Orang tua anak dapat menentukan pilihannya sendiri dimana anaknya akan dimasukan sekolah.
Dalam perjalanan waktu antara kelas 4 dan 8 nilai harian anak ditambah hasil Cito, semacam tes ujian nasional sudah dikumpul untuk menentukan nivo, atau tingkat kecerdasan dari anak yang bersangkutan dan akan mentukan tingkat sekolah menengah mana kelak akan ditempati melanjutkan pelajaran.
Dalam perjalanan waktu antara kelas 4 dan 8 nilai harian anak ditambah hasil Cito, semacam tes ujian nasional sudah dikumpul untuk menentukan nivo, atau tingkat kecerdasan dari anak yang bersangkutan dan akan mentukan tingkat sekolah menengah mana kelak akan ditempati melanjutkan pelajaran.
Pada beberapa tahu terakhir, tepatnya mulai tahun 1999 akhli pendidikan Belanda menetapkan hanya tiga tingkat sekolah menengah di Negeri Belanda, untuk tempat lanjut belajar dari murid-murid sekolah dasar yang selesai dari sekolah dasar tahun bersangkutan.
Dari tiga jenis sekolah menengah dimaksud adalah VMBO, HAVO dan VWO. Untuk menentukan seorang murid masuk sekolan menengah yang disebutkan diatas, dipengaruhi dan ditentukan tiga faktor persyaratan: adalah hasil ujian akhir Cito akhir tahun ajaran bersangkutan; advis guru kelas delapan berdasarkan angka harian murid yang bersangkut; hasil test pisikologis, kalau hal ini dianggap perlu oleh orang tua murid yang bersangkutan.
Dari tiga jenis sekolah menengah dimaksud adalah VMBO, HAVO dan VWO. Untuk menentukan seorang murid masuk sekolan menengah yang disebutkan diatas, dipengaruhi dan ditentukan tiga faktor persyaratan: adalah hasil ujian akhir Cito akhir tahun ajaran bersangkutan; advis guru kelas delapan berdasarkan angka harian murid yang bersangkut; hasil test pisikologis, kalau hal ini dianggap perlu oleh orang tua murid yang bersangkutan.
Untuk siapa dipersiapkan sekolah menengah VMBO, HAVO dan VWO dimaksud?
VMBO ( Voorbereidend Middelbaar Beroep Onderwijs) atau Sekolah Menengah Kejuruan. Sekolah menengan yang bernama Voorbereidend Middelbaar BeroepsOnderwijs’ ini, adalah sekolah menengah yang diperuntukkan bagi anak tammatan sekolah dasar yang agak rendah sampai menengah hasil nilai yang diperoleh dari Basisschool atau sekolah dasar.
VMBO ( Voorbereidend Middelbaar Beroep Onderwijs) atau Sekolah Menengah Kejuruan. Sekolah menengan yang bernama Voorbereidend Middelbaar BeroepsOnderwijs’ ini, adalah sekolah menengah yang diperuntukkan bagi anak tammatan sekolah dasar yang agak rendah sampai menengah hasil nilai yang diperoleh dari Basisschool atau sekolah dasar.
Sekolah menengah ini selama 4 tahun. Di vmbo ini mereka dididik untuk sekolah kejuruan tingkat pekerjaan dasar dan menengah. Tergantung pada jurusan yang ditekuni murid bersangkutan. Pada sekolah menengah vmbo ini, berbagai jurusan pula. Sesuai dengan kesanggupan dan minat anak yang bersangkutan, kearah atau jurusan apa kelak akan dipelajari di sekolah kejuruan. Setelah selasai di vmbo dimaksud langsung kesekolah Menengah Kejuruan yang namanya MBO yang lamanya antara dua sampai tiga tahun. Di vmbo praktisch mereka langsung dididik untuk jadi muntir misalnya dan lain lain jurusan pekerjaan tingkat dasar.
HAVO (Hoger Algemeen Voortgezet Onderwijs) atau Sekolah Menengah Atas.
Sekolah menengah yang dinamai hoger algemeen voortgezet Onderwijs ini, adalah sekolah menengah yang dipersiapkan untuk lanjut ke tingkat Akademi atau sekolah Tinggi. Sekolah Kejuruan tingkat tinggi. Sekolah menengah havo ini jangka waktunya adalah 5 tahun.
Apa bila selesai lima tahun dan lulus ujiang, yang berijazah hove dapat melanjutkan pelajaran ke Akademi atau sekolah tinggi, sesuai kejuruan yang dipilih di havo yang dikenal dalam bahasa Belanda dengan istilah Vakket.
Sekolah menengah yang dinamai hoger algemeen voortgezet Onderwijs ini, adalah sekolah menengah yang dipersiapkan untuk lanjut ke tingkat Akademi atau sekolah Tinggi. Sekolah Kejuruan tingkat tinggi. Sekolah menengah havo ini jangka waktunya adalah 5 tahun.
Apa bila selesai lima tahun dan lulus ujiang, yang berijazah hove dapat melanjutkan pelajaran ke Akademi atau sekolah tinggi, sesuai kejuruan yang dipilih di havo yang dikenal dalam bahasa Belanda dengan istilah Vakket.
Tetapi siswa yang berijazah havo masih dapat kemungkinan masuk kembali ke vwo, dengan menambah tahun pelajaran untuk lanjut ke universitas kelak. Tetapi sudah memakan waktu lebih lama bila dibanding murid yang tinggi nilainya dari sekolah dasar yang langsung masuk ke vwo.
VWO (Voorbereidend Wetenschappelijk Onderwijs) atau Sekolah Persiapan Universitas.
Sekolah menengah yang dimanai vwo ini, murid-muridnya kadang merasa agak bangga. Karena mereka tahu merka inilah, ditempat VWO bertemu jaoan-jaoan dari sekelah dasar. Yang selama di basisschool mempereh angka yang bernilai tinggi.
Hingga nilai hariannya selama beberapa tahun ditambah hasil ujian negara yang bernama Cito selaku dasar dari guru kelas 8 memberikan advis untuk masuk kesekolah menengah yang bernama vwo.
Hingga nilai hariannya selama beberapa tahun ditambah hasil ujian negara yang bernama Cito selaku dasar dari guru kelas 8 memberikan advis untuk masuk kesekolah menengah yang bernama vwo.
Sekolah vwo ini lamanya enam tahun. Di vwo ini dibagi dua, satu yang bernama Atheum dan lainnya bernama Gymnasium. Jagoan-jagoan di College vwo ini, dipersiapkan khusus untuk langsung masuk ke universtas. Di college dimana vwo ini belajar, sudah mendalam diajarkan mengenai hal kulliah dan curriculum di universitas. Karena siswa-siswanya diperuntukkan hanya untuk masuk ke universitas kalau sudah lulus dari ujian. Selama di vwo, sudah ditentukan berdasarkan pilihan dan atau hasil nilai mengenai vakket pelajaran, dapat disamakan dengan jurusan yang dipilih.
Berdasarkan kebijaksanaan pemerintah Kerajaan Belanda, anak dari penduduk negeri belanda yang dalam usia wajib belajar antara 5 sampai 16 tahun dibebaskan dari tanggungan uang sekolah. Tetapi ongkos buku dan alat sekolah lainnya, dapat diperhitungkan pemerintah kerajaan berdasarkan besarnya penghasilan dari orang tua murid yang bersangkutan.
Orang tua murid yang tinggi penghasilannya dari batas pendapatan yang sudah ditetapkan pemerintah. Harus menanggung sendiri uang buku dan peralatan sekolah lainnya dari anak-anak yang bersangkutan.*
Orang tua murid yang tinggi penghasilannya dari batas pendapatan yang sudah ditetapkan pemerintah. Harus menanggung sendiri uang buku dan peralatan sekolah lainnya dari anak-anak yang bersangkutan.*
12/19/2008
Welcome, Selamat Datang
Welcome, saya ucapkan terima kasih atas kesediaan anda mengunjungi blog aramulabisnis.
Langganan:
Postingan (Atom)
